Permainan Diktator, Kita Semakin Dermawan Jika Ada Yang Melihat
liputan6 memberitakan bahwa akhir akhir ini barack obama di sebut sebagai diktator karena mengeluarkan undang undang tertentu. Lensa indonesia memberitakan presiden SBY adalah seorang diktator dengan keluarnya somasi dari pihak keluarga SBY. Detik juga menyebutkan keinginan cerai dari diktator polandia karena prilaku selingkuh sang diktator. Frasa permainan diktator kali ini bukanlah permainan yang dilakukan oleh mereka yang disebut diktator di atas, tapi permainan yang kita sendiri sebagai pemainnya, diciptakan oleh ahli ekonomi untuk mengetahui sifat kedermawanan kita.
Permainan diktator adalah permainan yang terdiri atas dua orang pemain, Dimana pemain pertama memberikan materi kepada pemain kedua, sesuai dengan keinginan pemain pertama, tanpa ada imbalan apapun yang diberikan oleh pemain kedua ke pemain pertama. Lalu, apa hubungan permainan diktator dengan kedermawanan kita ?
Haley dan Fessler, pada tahun 2005 dalam penelitiannya menyatakan bahwa dalam memberikan donasi pada permainan diktator akan lebih meningkatkan ketika saat memberikan donasi ada desktop komputer yang berlatar belakang seperti mata disekitar pemberi donasi.
Mereka melakukan penelitiannya terhadap 243 mahasiswa di universitas California, Los Angeles. Setiap peserta akan mendapat uang 5 USD atas partisipasi mereka. Permainan diktator dibagi atas ronde-ronde, setiap ronde akan dimainkan oleh 20 orang dengan 10 orang sebagai pemain pertama dan sisanya menjadi pemain kedua. permainan diktator ini diatur sedemikian rupa sehingga pemain pertama di ronde sebelumnya menjadi pemain kedua atas pemain kedua di ronde selanjutnya. Setiap pemain pertama akan diberikan 20 USD dan diberikan waktu 20 detik untuk memberikan uang antara 0 - 10 USD ke pemain kedua. Sisanya bisa disimpan oleh para pemain.
Permainan diktator ini memiliki dua set kondisi yakni ada tidaknya gambar mata di komputer pemain pertama dan kedap suara apa tidaknya pemain pertama, dua parameter ini nantinya akan dikombinasikan dan dilihat hasilnya. Tujuan penelitian ini jelas untuk mengetahui apakah dermawan apa tidaknya kita atas kondisi di atas.
Seperti dikemukakan sebelumnya, Haley dan Fissler menemukan bahwa ketika ada gambar mata di komputer mereka dan dalam kondisi tidak kedap suara, tingkat kedermawanan pemain pertama lebih meningkat ( memberikan uang lebih banyak ke pemain kedua ) dibanding kondisi lainnya. Menurut mereka, ini disebabkan oleh adanya tanda seperti mata sehingga para partisipan merasa lebih diawasi sehingga lebih dermawan.
Bagi saya, kondisi yang diciptakan oleh Haley dan Fissler ini sangat mirip dengan kenyataan yang sering kita temui sehari - hari. Mungkin kita baru mendapat Bonus ( tahunan, THR, etc), atau kita baru menemukan uang di jalan atau mungkin saja kita baru saja mendapat door price undian. Bila ada sepasang mata yang melihat (biarpun itu hanya berupa gambar mata atau poster) ketika kita hendak memberikan sesuatu ke orang lain, apakah menjadikan kita lebih dermawan lagi ? Sains menjawab, secara rata rata, iya.
bagaimana menurut anda ? silahkan ajukan pendapat anda di @LEMYblog
Ingin baca lebih dalam? Baca papernya di sini
Permainan diktator adalah permainan yang terdiri atas dua orang pemain, Dimana pemain pertama memberikan materi kepada pemain kedua, sesuai dengan keinginan pemain pertama, tanpa ada imbalan apapun yang diberikan oleh pemain kedua ke pemain pertama. Lalu, apa hubungan permainan diktator dengan kedermawanan kita ?
Haley dan Fessler, pada tahun 2005 dalam penelitiannya menyatakan bahwa dalam memberikan donasi pada permainan diktator akan lebih meningkatkan ketika saat memberikan donasi ada desktop komputer yang berlatar belakang seperti mata disekitar pemberi donasi.
Mereka melakukan penelitiannya terhadap 243 mahasiswa di universitas California, Los Angeles. Setiap peserta akan mendapat uang 5 USD atas partisipasi mereka. Permainan diktator dibagi atas ronde-ronde, setiap ronde akan dimainkan oleh 20 orang dengan 10 orang sebagai pemain pertama dan sisanya menjadi pemain kedua. permainan diktator ini diatur sedemikian rupa sehingga pemain pertama di ronde sebelumnya menjadi pemain kedua atas pemain kedua di ronde selanjutnya. Setiap pemain pertama akan diberikan 20 USD dan diberikan waktu 20 detik untuk memberikan uang antara 0 - 10 USD ke pemain kedua. Sisanya bisa disimpan oleh para pemain.
Permainan diktator ini memiliki dua set kondisi yakni ada tidaknya gambar mata di komputer pemain pertama dan kedap suara apa tidaknya pemain pertama, dua parameter ini nantinya akan dikombinasikan dan dilihat hasilnya. Tujuan penelitian ini jelas untuk mengetahui apakah dermawan apa tidaknya kita atas kondisi di atas.
Seperti dikemukakan sebelumnya, Haley dan Fissler menemukan bahwa ketika ada gambar mata di komputer mereka dan dalam kondisi tidak kedap suara, tingkat kedermawanan pemain pertama lebih meningkat ( memberikan uang lebih banyak ke pemain kedua ) dibanding kondisi lainnya. Menurut mereka, ini disebabkan oleh adanya tanda seperti mata sehingga para partisipan merasa lebih diawasi sehingga lebih dermawan.
Bagi saya, kondisi yang diciptakan oleh Haley dan Fissler ini sangat mirip dengan kenyataan yang sering kita temui sehari - hari. Mungkin kita baru mendapat Bonus ( tahunan, THR, etc), atau kita baru menemukan uang di jalan atau mungkin saja kita baru saja mendapat door price undian. Bila ada sepasang mata yang melihat (biarpun itu hanya berupa gambar mata atau poster) ketika kita hendak memberikan sesuatu ke orang lain, apakah menjadikan kita lebih dermawan lagi ? Sains menjawab, secara rata rata, iya.
bagaimana menurut anda ? silahkan ajukan pendapat anda di @LEMYblog
Ingin baca lebih dalam? Baca papernya di sini